|
Tuesday, 15 September 2009 15:41 |
|
Ibnu Solah mendefinisikan ilmu ghoribul hadits sebagai berikut: "ilmu yang untuk mengetahui lafadz-lafadz dalam matan hadits yang sulit di fahami karena jarang digunakan atau kurang populer" Dengan memperhatikan definisi di atas maka yang menjadi objek dari ilmu ghoribul hadits adalah kata-kata yang musykil (tidak jelas maknanya) dan susunan kalimat yang sulit di fahami maksudnya.
Para muhaditsin dalam menafsirkan ghoribul hadits dengan tiga metode
- Dengan menggunakan hadits yang sanadnya berbeda dengan hadits yang bermatan ghorib.
- Penjelasan sahabat yang meriwayatkan hadits atau dari sahabat lain yang tidak meriwayatkannya.
- Penjelasan rowi selain sahabat.
|
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 15 September 2009 15:32 |
|
Ilmu I'lalul Hadits adalah ilmu yang membahas tentang sebab-sebab yang samar, tersembunyi dari segi membuat kecacatan satu hadits seperti memutashilkan sanad yang sebenarnya munqothi', merafa'kan (mengangkat derajat hadits sampai kepada Nabi) hadits mauquf (yang berakhir pada sahabat), menyisipkan satu hadits pada hadits yang lain atau mengacaukan sanad dengan matan hadits dan seterusnya.
Objek atau sasaran yang di pelajari dari ilmu ini adalah:
- Sanad hadits.
- Matan hadits.
- Sanad dan matan hadits
Metode untuk mengetahui ilat (kecacatan suatu hadits) adalah Dengan cara mengetahui biografi para rowi-rowi hadits (urutan sanad). Bisa juga dengan melihat matan-matan hadits, apakah terjadi pengurangan dan penambahan pada matan oleh rowi.
|
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 04 August 2009 09:46 |
|
Tidak semua hadits mempunyai asbabul wurud, sebagian hadits ada yang mempunyai asbabul wurud khusus, tegas dan jelas namun sebagain lainnya tidak. Untuk kategori pertama mengetahui asbabul wurud mutlak di perlukan agar terhindar dari kesalafahaman dalam menangkap maksud hadits.
Asbabul wurud mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangkah memahami suatu hadits, sebab biasanya hadits yang disabdakan Nabi SAW.bersifat kasuistik, cultural, temporer oleh karenanya, memperhatikan konteks historisitas munculnya hadits sangat penting, karena paling tidak akan dapat menghindarkan kesalapahaman dalam menangkap maksud suatu hadits.adapun implikasinya :
- Mentukan adanya takhsis pada hadits yang bersifat umum.
- Membatasi pengertian hadits yang masih mutlak.
- Mentafsil (memerincih) hadits yang bersifat global.
- Menentukan ada dan tidaknya nasikh dan mansukh.
- Menjelaskan illat (sebab) ditetapkannya suatu hukum.
Al- Baqilini berpendapat bahwa sebab-sebab lahirnya hadits itu sudah ada yang tercantum dalam hadits itu sendiri dan ada pula yang tidak tercantum tetapi tercantum pada hadits yang lain, sebagai contoh asbab wurudul hadits yang tercantum dalam hadits itu sendiri, seperti hadits abu daud dalam kitab sunannya yang diriwayatkan oleh Abu Said Al- Hudri, yang artinya sebagai berikut:
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |