|
Tuesday, 15 September 2009 15:41 |
|
Ibnu Solah mendefinisikan ilmu ghoribul hadits sebagai berikut: "ilmu yang untuk mengetahui lafadz-lafadz dalam matan hadits yang sulit di fahami karena jarang digunakan atau kurang populer" Dengan memperhatikan definisi di atas maka yang menjadi objek dari ilmu ghoribul hadits adalah kata-kata yang musykil (tidak jelas maknanya) dan susunan kalimat yang sulit di fahami maksudnya.
Para muhaditsin dalam menafsirkan ghoribul hadits dengan tiga metode
- Dengan menggunakan hadits yang sanadnya berbeda dengan hadits yang bermatan ghorib.
- Penjelasan sahabat yang meriwayatkan hadits atau dari sahabat lain yang tidak meriwayatkannya.
- Penjelasan rowi selain sahabat.
Dengan adanya ilmu ghoribul hadits maka seseorang yang menafsirkan hadits tidak dengan berdasarkan dugaan atau taqlit pada orang yang bukan ahlinya.Dalam Pertumbuhan dan Perkembangan ilmu ini Kebanyakan muhaditsin berpendapat bahwa perintis ilmu ghoribul hadits adalah Abu Ubaidah Ma'mar bin Mutsanah At-Taimi salah seorang ulama hadits dari Basrah wafat 210 H.ulama hadits yang lain berpendapat bahwa promoter ilmu tersebut adalah Abu Hasan An-nadlir bin Samil Al-mazini ulama ahli nahwu wafat 240 H.kemudian ilmu tersebut dalam perkembangannya disempurnakan oleh ulama-ulama yang datang belakangan, hingga melahirkan beberapa kitab ghoribil hadits. Kitab-Kitab Yang Menghimpun atau yang menerangkan ilmu Ghoribul hadits Antara lain: Al-faiqu fii Ghoribil hadits karya Abul Qosim Jarullah Mahmud bin Umar Az-zamakhsari (468-538 H.)
|