|
Tasawuf Jaga Keseimbangan Batin |
|
Saturday, 19 December 2009 19:50 |
|
Tasawuf yang lazim dipraktekkan oleh umat Islam sangat berguna untuk menjaga keseimbangan batin, utamanya di tengah kehidupan modern yang cenderung menjauhkan manusia dari ajaran Tuhan. Demikian dikatakan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya di sela-sela Munas Jam’iyyah Ahlit Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah di Asrama Haji Pondok Gede beberapa waktu lalu. Agar tetap dalam koridor ajaran agama, kesucian hati dan keseimbangan batin sangat diperlukan untuk menghadapi situasi seperti ini. Ilmu tasawuf membantu mengupayakan agar tetap konsisten dan teguh pada prinsip agama. “Dengan belajar ilmu tasawuf, kita ini seperti ikan yang hidup di laut, tetapi kita tetap tidak asin, tetap memiliki prinsip dan kepribadian,” kata Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, rais aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah, organisasi tarekat di bawah naungan NU.
|
|
Read more...
|
|
|
Niat Dalam Islam dan Tujuan Syari'at |
|
Saturday, 15 August 2009 19:14 |
|
Imam Ibnul Qayyim berkata, ”Niat adalah ruh amal, inti dan sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang rusak.” (I’lamul Muwaqqi’in VI/106, tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan dua kalimat yang sangat dalam maknanya, yaitu, sesungguhnya amal-amal bergantung kepada niat dan seseorang memperoleh apa yang diniatkan. Dalam kalimat pertama, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, amal tidak ada artinya tanpa ada niat. Sedangkan dalam kalimat kedua, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, orang yang melakukan suatu amal, ia tidak memperoleh apa-apa kecuali menurut niatnya. Hal ini mencakup iman, ibadah, da’wah, muamalah, nadzar, jihad, perjanjian dan tindakan apapun. Pengaruh niat dalam sah atau tidaknya suatu ibadah sudah dijelaskan di atas. Semua amal qurbah (untuk mendekatkan diri kepada Allah) harus dilandaskan kepada niat. Suatu tindakan tidak dikatakan ibadah, kecuali disertai niat dan tujuan. Maka dari itu, sekalipun seseorang menceburkan diri ke dalam air tanpa niat mandi, atau masuk kamar mandi semata untuk membersihkan diri, atau sekedar menyegarkan badan, maka perbuatan itu tidak termasuk amal qurbah dan ibadah. Contoh lain, ada seseorang tidak makan sehari penuh karena tidak ada makanan, atau karena pantang makan, atau karena akan dioperasi, maka ia tidak disebut orang yang melakukan ibadah puasa. Contoh lain, seseorang yang berputar mengelilingi Ka’bah untuk mencari sesuatu yang jatuh, atau mencari saudaranya yang hilang, maka orang tersebut tidak dikatakan melakukan thawaf yang disyariatkan.
|
|
Read more...
|
|
Islam!!pertahankan sampai Mati |
|
Tuesday, 04 August 2009 15:05 |
|
Marilah kita bersyukur, sampai saat ini kita masih mendapat hidayah berupa keislaman dan keimanan. Kita minimal dalam sehari mengucapkan, sebanyak tujuh belas kali, itu artinya kita berdoa kepada Alloh agar ditetapkan dalam kondisi muslim sampai ajal merenggut nyawa.
Nikmat yang paling besar yang tidak ada bandinganya adalah Islam, namun kadang kala kita itu lebih mengedepankan syukur atas datangnya rizki atau anugerah-anugerah lain yang lebih kasat mata. Padahal sebenarnya tidak ada nikmat yang lebih besar dari pada nikmat Islam. Sayyidina Ali Karramallahu wajhah berkata: “Nikmat yang paripurna adalah mati dalam kondisi Islam.” Para ulama dan wali juga selalu berdoa agar mereka meninggal dalam menetapi keadaan Islam. “Wahai Tuhan yang Maha Agung dan Mulya, matikanlah kami dalam Agama Islam.” Bahkan ada sebagian orang yang selama hidupnya selalu berdoa, “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari dunia dalam kondisi Islam.”
Seseorang walaupun bergelimang dosa tapi kalau matinya menetapi Islam itu berarti harapanya masih ada. Meski ia harus terlebih dahulu merasakan api neraka dalam masa ratusan tahun sekalipun, ia pada akhirnya akan masuk surga dan langgeng di dalamnya.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|