Saturday 04th of September 2010

 
Home Khalaqoh Agama Tasawuf Jaga Keseimbangan Batin
Tasawuf Jaga Keseimbangan Batin
Saturday, 19 December 2009 19:50

Tasawuf yang lazim dipraktekkan oleh umat Islam sangat berguna untuk menjaga keseimbangan batin, utamanya di tengah kehidupan modern yang cenderung menjauhkan manusia dari ajaran Tuhan. Demikian dikatakan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya di sela-sela Munas Jam’iyyah Ahlit Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah di Asrama Haji Pondok Gede beberapa waktu lalu.
Agar tetap dalam koridor ajaran agama, kesucian hati dan keseimbangan batin sangat diperlukan untuk menghadapi situasi seperti ini. Ilmu tasawuf membantu mengupayakan agar tetap konsisten dan teguh pada prinsip agama.
“Dengan belajar ilmu tasawuf, kita ini seperti ikan yang hidup di laut, tetapi kita tetap tidak asin, tetap memiliki prinsip dan kepribadian,” kata Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, rais aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah, organisasi tarekat di bawah naungan NU.

Akar dari segala sifat buruk tersebut menurutnya adalah sifat lupa kepada Allah. Tugas tasawuf adalah membersihkan hati, supaya menjalankan amal ibadah tiada niatan lain kecuali kepada Allah.
“Bagaimana hati kita bersih dari syirik, baik syirik kecil, lebih-lebih syirik besar, letaknya tidak di bibir atau dimata, tetapi di hati. Sumber dari perbuatan yang kurang baik dan terpuji dari sisi allah adalah kealpaan, lupa kepada yang maha kuasa sehingga timbulnya riya, hasud, dengki, dan sebagainya. Ini karena kita lupa,” terangnya.
Ditanya mengenai makna zuhud, Lutfi menjelaskan zuhud adalah membersihkan hati dari keterkaitan kepada yang selain Allah, bukan meninggalkan sesuatu yang sifatnya duniawi.
“Kita ingin bisa berhaji, bukan dihajikan, kita ingin berzakat, bukan dizakati, ya kan. Zuhud itu membersihkan hati dari keterkaitan pada selain Allah,” tuturnya.
Jika dekat dengan Allah, secara substansi, manusia dengan sendirinya akan kaya. “Kita dekat dengan pemberi kekayaan, bukan pada kekayaannya, sehingga kita tidak memiliki kekuatiran. Kekuatiran kita adalah pada kondisi iman kita. Kalau kita tidak khawatir tak akan menjaga, apa yang diberikan Allah,” katanya.

 

 

Oleh: Ust. Askan Ad-Damawi Al-Fadlu Kaliwungu

 

Masuk Forum



RELIGI SUPPORT


SOFTWARE SUPPORT

poling

Kualitas santri sekarang?
 

Tamu Online

We have 1 guest online
Anda pengunjung ke:
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday31
mod_vvisit_counterYesterday109
mod_vvisit_counterThis week31
mod_vvisit_counterLast week896
mod_vvisit_counterThis month386
mod_vvisit_counterLast month4367
mod_vvisit_counterAll days41022

Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Free Automatic Backlink


Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, database. Valid XHTML and CSS.