Saturday 04th of September 2010

 
Home Pesantren
Pesantren
Jaminan Ekonomi Vs. Tuntutan Ukhrowi
Saturday, 19 December 2009 20:09

"USAHAMU SUNGGUH-SUNGGUHMU DALAM PERKARA YANG BAGIMU SUDAH ADA JAMINAN, DAN KELALAIANMU DALAM PERKARA YANG DI PERINTAHKAN, ITU MENUNJUKKAN TERHAPUSNYA MATA HATI KAMU".
Salah satu perkara yang sudah mendapat jaminan langsung dari Allah bagi hamba Nya adalah masalah rizqi (harta benda), kita akui dengan harta manusia bisa menopang kelangsungan hidup di alam dunia ini. Begitu besar arti dan fungsi materi dan harta (rizqi), namun ada yang lebih besar lagi! dari itu semua, yaitu tanggung jawab Allah SWT Sang Pencipta makhluk untuk menjamin segala kebutuhan dari makhluk tidak manusia saja, melainkan seluruh makhluk ini mulai nabi Adam as. sampai entah kapan nanti yang terakhir di cukupi Nya. Sungguh luar biasa Allah SWT mencukupi semuanya tanpa campur tangan atau bantuan sedikitpun dari siapapun, yang menarik lagi begitu besar kasih sayang Dzat Yang Maha Pemurah, Penyayang ini! Saking besarnya perhatian Allah sehingga tidak pernah memerintah manusia harus berusaha maximal dalam mencari dan memikirkan rizqi, perkembangan ekonomi materi dan harta. Allah SWT hanya memerintah hamba Nya untuk bersyukur, taat, beribadat dan beramal sholih agar mereka bisa mendapatkan nilai keberuntungan, kesejahteraan dalam kehidupan akhirat (bukan di dunia saja), dan bisa dekat di sanding Allah SWT, ternyata kasih sayang dan perhatian Beliau tidak sebatas di dunia saja, di akhirat kelakpun Dia perhitungkan jauh-jauh sebelum makhluk di ciptakan. di antaranya arti keberadaan amal baik merupakan sesuatu yang di perintahkan kepada hamba Nya adalah, manusia di bebani untuk beramal ibadat dengan memenuhi segala persyaratan dan sabab-sabab amal, melakukan tepat pada waktunya. Dengan semua inilah perjalanan sunnatullah dari hamba Nya bisa nampak dan betul-betul terasa.

Read more...
 
Tradisi Santri Kelana dan Tradisi Berdebat
Wednesday, 28 October 2009 22:05

sumber lokal banyak menyebutkan adanya santri kelana dan tradisi berdebat dilingkungan pesantren pada abad ke 16-18. Keinginan untuk mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya dari guru atau kyai mendorong para santri berkelana dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Tradisi berkelabna ini selain untuk mempraktekan ilmu yang telah di peroleh juga untuk mencari guru atau kyai guna melengkapi ilmunya. Kebiasaan mengembara ini telah berlangsung pada masa kehidupan para wali. Babad menceritakan Raden Sahid berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain hampir sepanjang daerah pesisir jawa untuk mengejar wejangan dari Sunan Bonang.

Read more...
 
At-Tasyabbuh
Written by Arief   
Friday, 14 August 2009 10:56

At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meiru dan mengikutinya.

Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir, ed.).

Read more...
 
More Articles...
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2

Masuk Forum



RELIGI SUPPORT


SOFTWARE SUPPORT

poling

Kualitas santri sekarang?
 

Tamu Online

We have 1 guest online
Anda pengunjung ke:
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday31
mod_vvisit_counterYesterday109
mod_vvisit_counterThis week31
mod_vvisit_counterLast week896
mod_vvisit_counterThis month386
mod_vvisit_counterLast month4367
mod_vvisit_counterAll days41022

Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Free Automatic Backlink


Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, database. Valid XHTML and CSS.